7 Jenis Sukulen Unik yang Bentuknya Mirip Hewan


7 Jenis Sukulen Unik yang Bentuknya Mirip Hewan – Tanaman sukulen dikenal sebagai tanaman hias yang memiliki bentuk unik dan perawatan yang relatif mudah. Ciri khasnya terletak pada daun atau batang yang tebal karena mampu menyimpan cadangan air. Namun di balik bentuknya yang mungil dan menggemaskan, beberapa jenis sukulen ternyata memiliki rupa yang sangat unik—bahkan menyerupai hewan tertentu.

Keunikan inilah yang membuat sukulen semakin populer di kalangan pecinta tanaman hias. Tidak hanya cantik untuk dekorasi meja atau sudut rumah, beberapa sukulen juga sering menjadi koleksi langka karena tampilannya yang tak biasa. Berikut tujuh jenis sukulen unik yang bentuknya mirip hewan dan sukses mencuri perhatian.


Sukulen Mirip Hewan yang Menggemaskan

1. Monilaria obconica – “Bunny Succulent”

Monilaria obconica sering dijuluki sebagai bunny succulent karena bentuknya yang menyerupai kepala kelinci dengan dua telinga panjang. Daun mudanya tumbuh menjulang seperti sepasang telinga hijau kecil yang lucu.

Tanaman ini berasal dari Afrika Selatan dan termasuk dalam keluarga Aizoaceae. Pada fase awal pertumbuhan, bentuknya sangat mirip kelinci mini. Namun seiring waktu, “telinga” tersebut akan memanjang dan berubah bentuk. Momen pertumbuhan awal inilah yang paling diburu kolektor.

2. Cotyledon tomentosa – “Bear Paw”

Sukulen ini dikenal sebagai bear paw atau cakar beruang. Daunnya berbentuk oval tebal dengan ujung bergerigi yang tampak seperti kuku kecil. Jika dilihat sekilas, tampilannya benar-benar menyerupai telapak kaki beruang mini.

Cotyledon tomentosa memiliki permukaan daun yang berbulu halus sehingga menambah kesan lembut dan menggemaskan. Tanaman ini cocok ditempatkan di pot kecil sebagai dekorasi indoor dengan pencahayaan cukup.

3. Adromischus cooperi – “Plover Eggs”

Meski namanya tidak secara langsung menyebut hewan, bentuk daun Adromischus cooperi menyerupai telur burung plover yang berbintik-bintik. Daunnya bulat lonjong dengan motif totol ungu atau cokelat.

Keunikan pola alami ini membuatnya tampak seperti sekumpulan telur mungil yang tertata rapi di atas batang pendek. Tanaman ini cocok bagi pecinta sukulen dengan tampilan artistik dan berbeda.

4. Stapelia gigantea – “Starfish Flower”

Stapelia sebenarnya lebih dikenal karena bunganya yang menyerupai bintang laut (starfish). Ketika mekar, bunganya berbentuk besar dengan lima kelopak memanjang dan motif menyerupai tekstur kulit hewan laut.

Meski aromanya cukup menyengat karena menarik serangga penyerbuk, bentuknya yang unik membuat tanaman ini sangat populer di kalangan kolektor sukulen eksotis.


Sukulen dengan Bentuk Paling Nyeleneh dan Langka

5. Lithops – “Living Stones” yang Mirip Cangkang

Lithops sering disebut sebagai living stones karena bentuknya menyerupai batu kecil atau cangkang hewan. Beberapa varietas memiliki pola yang membuatnya tampak seperti cangkang kura-kura atau kerang.

Tanaman ini beradaptasi dengan lingkungan gurun sehingga menyamar menyerupai batu untuk menghindari predator. Bentuk kamuflasenya inilah yang membuat lithops terlihat unik sekaligus mengagumkan.

6. Euphorbia obesa – “Baseball Plant” Mirip Landak Tanpa Duri

Euphorbia obesa berbentuk bulat seperti bola dengan garis-garis vertikal. Meski tidak berduri seperti kaktus, tampilannya sering diibaratkan seperti tubuh landak yang membulat.

Tanaman ini berasal dari Afrika Selatan dan termasuk jenis langka yang dilindungi. Bentuknya yang simetris membuatnya terlihat seperti makhluk kecil yang sedang meringkuk.

7. Crassula umbella – “Wine Cup” Mirip Ubur-Ubur

Crassula umbella memiliki daun berbentuk cekung seperti mangkuk kecil. Jika dilihat dari samping, tampilannya menyerupai ubur-ubur atau makhluk laut dengan “tudung” bulat.

Ketika berbunga, tangkai bunganya tumbuh menjulang dari tengah daun, menambah kesan unik dan eksotis. Tanaman ini cukup jarang ditemukan dan biasanya menjadi incaran kolektor sukulen langka.


Keunikan sukulen yang menyerupai hewan bukanlah kebetulan semata. Sebagian besar bentuk tersebut merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan ekstrem seperti gurun atau daerah kering. Bentuk tebal dan pola kamuflase membantu tanaman bertahan dari panas dan predator.

Selain menarik secara visual, sukulen juga relatif mudah dirawat. Mereka membutuhkan media tanam berdrainase baik, penyiraman minimal, dan paparan cahaya yang cukup. Justru penyiraman berlebihan menjadi kesalahan umum yang dapat menyebabkan akar membusuk.

Karena bentuknya yang unik, sukulen mirip hewan sering dijadikan hadiah atau koleksi dekoratif. Banyak pecinta tanaman memanfaatkannya sebagai elemen estetika di meja kerja, rak minimalis, atau terrarium kaca.

Tren tanaman hias yang terus berkembang juga membuat permintaan terhadap sukulen unik semakin meningkat. Beberapa jenis bahkan memiliki harga cukup tinggi karena kelangkaannya. Faktor impor, ketersediaan bibit, dan tingkat kesulitan perawatan turut memengaruhi nilai jualnya.

Namun, penting bagi kolektor untuk membeli tanaman dari penjual terpercaya agar tidak mendukung perdagangan ilegal, terutama untuk spesies yang dilindungi. Budidaya secara legal dan berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian tanaman eksotis ini.


Kesimpulan

Sukulen tidak hanya sekadar tanaman hias biasa. Beberapa jenis memiliki bentuk unik yang menyerupai hewan seperti kelinci, beruang, bintang laut, hingga ubur-ubur. Keunikan ini menjadikan mereka daya tarik tersendiri di dunia tanaman hias.

Selain tampilannya yang menggemaskan dan nyeleneh, sukulen juga mudah dirawat serta cocok untuk dekorasi berbagai ruangan. Namun, kolektor tetap perlu memperhatikan aspek perawatan dan kelestarian agar tanaman langka ini tetap terjaga keberadaannya.

Dengan bentuknya yang menyerupai makhluk hidup mini, tujuh jenis sukulen unik ini membuktikan bahwa alam selalu punya cara kreatif untuk menghadirkan keindahan yang tak terduga. 🌵✨

Scroll to Top